Tuesday, July 16, 2019

Lean Manufacturing "visual management"


VISUAL MANAGEMENT

Dengan lebih banyak tantangan dalam persaingan di seluruh dunia, industri manufaktur perlu lebih aktif untuk memberikan kinerja dan komitmen tingkat tinggi. Untuk memenangkan persaingan melalui kepuasan pelanggan yang lebih banyak, perusahaan manufaktur harus memilih tidak hanya sumber daya manusia dengan keterampilan tinggi, teknologi terbaru tetapi juga memiliki strategi optimisasi manufaktur yang andal dan modern. Alat lean manufacturing telah banyak digunakan oleh perusahaan manufaktur untuk mencapai tujuan tersebut
Visual merupakan segala sesuatu yang dapt dilihat oleh setiap orang dan berfungsi untuk menyampaikan informasi tanpa harus menggunakan komputer ataupun tanpa harus berbicara kepada orang lain. Secara luas pengertian visual yang dijadikan sebagai management informasi harus memiliki goal atau tujuan, yaitu kemampuan untuk memahami situasi pada area tertentu dan dimanapun termasuk di manufacturing sekalipun dalam hitungan tidak lebih dari 5 menit seseorang yang melihat situasi tersebut sudah memahami kondisi yang terjadi.
Jadi dalam pembuatan visual sangatlah dibutuhkan kemampuan seseorang untuk dapat mengerti standar visual yang berlaku serta hal-hal yang dapat mempermudah seseorang yang melihat visual tersebut untuk tidak membuang waktu, baik itu dalam mendapatkan informasi maupun menemukan sesuatu. Adalah sangat penting bagi kita untuk menjadikan area kerja kita secara simple dan tervisualisasi, karena dengan visual tersebut setiap karywan diharapkan akan mengerti situasi yang terjadi pada area tempat dia berada dan visual ini harus mengena dan mudah dimengerti termasuk kepada orang yang tidak familier dengan area tersebut.
Visual merupakan management yang lebih baik dan lebih cepat dari kecepatan cahaya, karena melalui visual ini memberikan kesempatan kepada setiap karyawan dalam melihat serta memperbaiki sebuah kondisi sebelum hal tersebut menjadi sebuah permasalahan. Jadi visual bisa dikatakan sebagai management terbaik yang HARUS digunakan baik itu di manufacturing ataupun organisasi lainnya dibandingkan hanya sebatas statistik dan laporan saja.

·           Elemen Visual Management
Adapun elemen-eleman dari visual tersebut kita bisa bagi menjadi 3 elemen yaitu:
1.         Elemen pondasi awal, 5S atau 5R. 5S atau umum di manufacturing di sebut dengan 5R merupakan pondasi awal dari visual management, tanpa 5R atau 5S maka kita tidak bisa melakukan sebuah perbaikan secara berkelanjutan. Perlu diketahui bahwa visual management adalah pondasi dari semua komunikasi ataupun informasi dan standar, dan hal ini bisa di dapat dari praktek 5R atau 5S. Dengan diberlakukannya 5R atau 5S ini maka linkungan kerja sudah pasti bersih, tertata, aman dan dipastikan memiliki self-maintaining, jadi tidak akan ada extra karena hanya ada sesuatu yang dibutuhkan di area kerja. Short -  Ringkas. Ringkas yaitu aktivitas menyingkirkan semua barang yang tidak diperlukan. Intinya di area kerja hanya terdapat sesuatu yang diperlukan atau dibutuhkan. Set in order - Rapi. Rapi maksudnya segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan sehingga siap digunakan pada saat dibutuhkan. Shine - Resik. Resik yaitu kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik. (seiketsu) - standardize - Rawat. Maksud Rawat yaitu kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi ketiga tahap sebelumnya.
2.      Elemen kedua, Visual display
Setelah elemen pondasi diimplementasikan, maka kita akan menjadikan pondasi tersebut sebagai acuan dalam sebuah tampilan atau sebagai visual display. Tujuan dari visual display tidak lain sebagai alat berbagi informasi kepada semua orang yang berada pada area tersebut yang di haruskan setiap orang memahami arti yang ditampilkan melalui visual tersebut.
Elemen ketiga, Visual control
3.         Elemen ketiga ini merupakan elemen pengerucutan dari elemen pondasi dan elemen visual display. Pada eleme ini kita bisa melakukan perbaikan ketika kita menemukan bahwa visual display yang dilihat sudah tidak bisa diberlakukan lagi akan tetapi perlu adanya perubahaan dari visual display atau standar yang telah ada.

Pada kesimpulannya visual management akan membantu kita dalam mengurangi waktu pencarian, meningkatkan komunikasi, meningkatkan keselamatan kerja, serta memberikan kemudahan karyawan dalam mendapatkan informasi agar mereka dapat melakukan pekerjaan lebih baik maupun meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan mereka ketika mereka mencapai target seperti yang diharapkan.
Operator di BES sering tidak mencapai target produksi karena mereka tidak mengetahui jumlah produksi dan status performansi mereka (baik, sedang, atau kurang). Operator juga tidak mandiri dalam mengambil keputusan berkaitan dengan kegiatan produksi, karena mereka bergantung kepada Leader dan Supervisor sebagai sumber informasi mengenai hal yang berkaitan dengan produksi dan sebagai pengambil keputusan. Visual control diterapkan di BES dengan tujuan untuk memudahkan Operator mengakses informasi-informasi tersebut agar mereka dapat mengetahui target produksi, memahami status performansi mereka, dan mengatur diri mereka sendiri (tanpa bergantung pada perintah dari Leader atau Supervisor).


DAFTAR PUSTAKA

Prabowo, H.A. Yulian, E.T. Adesta. (2018). The Evaluation of Lean Manufacturing Implementation and Their Impact to Manufacturing Performance

Eidgah, Y. Kurzcewski, K. Abdekhodaee, A. (2016). Visual management, performance management and continuous improvement

Risma, A. Simanjuntak. Hernita, Dian. (2010). USULAN PERBAIKAN METODE KERJA BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIFITAS