VISUAL MANAGEMENT
Dengan lebih banyak
tantangan dalam persaingan di seluruh dunia, industri manufaktur perlu lebih
aktif untuk memberikan kinerja dan komitmen tingkat tinggi. Untuk memenangkan
persaingan melalui kepuasan pelanggan yang lebih banyak, perusahaan manufaktur
harus memilih tidak hanya sumber daya manusia dengan keterampilan tinggi,
teknologi terbaru tetapi juga memiliki strategi optimisasi manufaktur yang
andal dan modern. Alat lean manufacturing telah banyak digunakan oleh
perusahaan manufaktur untuk mencapai tujuan tersebut
Visual merupakan segala
sesuatu yang dapt dilihat oleh setiap orang dan berfungsi untuk menyampaikan
informasi tanpa harus menggunakan komputer ataupun tanpa harus berbicara kepada
orang lain. Secara luas pengertian visual yang dijadikan sebagai
management informasi harus memiliki goal atau tujuan, yaitu kemampuan untuk
memahami situasi pada area tertentu dan dimanapun termasuk di manufacturing
sekalipun dalam hitungan tidak lebih dari 5 menit seseorang yang melihat situasi
tersebut sudah memahami kondisi yang terjadi.
Jadi dalam pembuatan
visual sangatlah dibutuhkan kemampuan seseorang untuk dapat mengerti standar
visual yang berlaku serta hal-hal yang dapat mempermudah seseorang yang melihat
visual tersebut untuk tidak membuang waktu, baik itu dalam mendapatkan
informasi maupun menemukan sesuatu. Adalah sangat penting bagi kita untuk
menjadikan area kerja kita secara simple dan tervisualisasi, karena dengan
visual tersebut setiap karywan diharapkan akan mengerti situasi yang terjadi
pada area tempat dia berada dan visual ini harus mengena dan mudah dimengerti
termasuk kepada orang yang tidak familier dengan area tersebut.
Visual merupakan
management yang lebih baik dan lebih cepat dari kecepatan cahaya, karena
melalui visual ini memberikan kesempatan kepada setiap karyawan dalam melihat
serta memperbaiki sebuah kondisi sebelum hal tersebut menjadi sebuah
permasalahan. Jadi visual bisa dikatakan sebagai management terbaik yang HARUS
digunakan baik itu di manufacturing ataupun organisasi lainnya dibandingkan
hanya sebatas statistik dan laporan saja.
·
Elemen Visual Management
Adapun elemen-eleman dari
visual tersebut kita bisa bagi menjadi 3 elemen yaitu:
1.
Elemen pondasi awal, 5S atau 5R. 5S atau
umum di manufacturing di sebut dengan 5R merupakan pondasi awal dari visual
management, tanpa 5R atau 5S maka kita tidak bisa melakukan sebuah perbaikan
secara berkelanjutan. Perlu diketahui bahwa visual management adalah pondasi
dari semua komunikasi ataupun informasi dan standar, dan hal ini bisa di dapat
dari praktek 5R atau 5S. Dengan diberlakukannya 5R atau 5S ini maka
linkungan kerja sudah pasti bersih, tertata, aman dan dipastikan memiliki
self-maintaining, jadi tidak akan ada extra karena hanya ada sesuatu yang
dibutuhkan di area kerja. Short - Ringkas. Ringkas yaitu aktivitas
menyingkirkan semua barang yang tidak diperlukan. Intinya di area kerja hanya
terdapat sesuatu yang diperlukan atau dibutuhkan. Set in order - Rapi. Rapi
maksudnya segala sesuatu harus diletakkan sesuai posisi yang ditetapkan
sehingga siap digunakan pada saat dibutuhkan. Shine - Resik. Resik yaitu
kegiatan membersihkan peralatan dan daerah kerja sehingga segala peralatan
kerja tetap terjaga dalam kondisi yang baik. (seiketsu) - standardize - Rawat.
Maksud Rawat yaitu kegiatan menjaga kebersihan pribadi sekaligus mematuhi
ketiga tahap sebelumnya.
2.
Elemen kedua, Visual display
Setelah elemen pondasi diimplementasikan,
maka kita akan menjadikan pondasi tersebut sebagai acuan dalam sebuah tampilan
atau sebagai visual display. Tujuan dari visual display tidak lain sebagai alat
berbagi informasi kepada semua orang yang berada pada area tersebut yang di
haruskan setiap orang memahami arti yang ditampilkan melalui visual tersebut.
Elemen ketiga, Visual control
3.
Elemen ketiga ini merupakan elemen
pengerucutan dari elemen pondasi dan elemen visual display. Pada eleme ini kita
bisa melakukan perbaikan ketika kita menemukan bahwa visual display yang
dilihat sudah tidak bisa diberlakukan lagi akan tetapi perlu adanya perubahaan
dari visual display atau standar yang telah ada.
Pada kesimpulannya visual
management akan membantu kita dalam mengurangi waktu pencarian, meningkatkan
komunikasi, meningkatkan keselamatan kerja, serta memberikan kemudahan karyawan
dalam mendapatkan informasi agar mereka dapat melakukan pekerjaan lebih baik
maupun meningkatkan kepuasan terhadap pekerjaan mereka ketika mereka mencapai
target seperti yang diharapkan.
Operator di BES sering
tidak mencapai target produksi karena mereka tidak mengetahui jumlah produksi
dan status performansi mereka (baik, sedang, atau kurang). Operator juga tidak
mandiri dalam mengambil keputusan berkaitan dengan kegiatan produksi, karena
mereka bergantung kepada Leader dan Supervisor sebagai sumber informasi
mengenai hal yang berkaitan dengan produksi dan sebagai pengambil keputusan.
Visual control diterapkan di BES dengan tujuan untuk memudahkan Operator
mengakses informasi-informasi tersebut agar mereka dapat mengetahui target
produksi, memahami status performansi mereka, dan mengatur diri mereka sendiri
(tanpa bergantung pada perintah dari Leader atau Supervisor).
DAFTAR PUSTAKA
Prabowo, H.A. Yulian, E.T. Adesta. (2018). The Evaluation of Lean
Manufacturing Implementation and Their Impact to Manufacturing Performance
Eidgah,
Y. Kurzcewski, K. Abdekhodaee, A. (2016). Visual management, performance
management and continuous improvement
Risma,
A. Simanjuntak. Hernita, Dian. (2010). USULAN PERBAIKAN METODE KERJA
BERDASARKAN MICROMOTION STUDY DAN PENERAPAN METODE 5S UNTUK MENINGKATKAN
PRODUKTIFITAS
No comments:
Post a Comment